PRINSIP-PRINSIP MORAL UNTUK MEMBANGUN PRIBADI KUAT
PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Di dalam kehidupan
masyarakat arti sebuah moral sangat penting. Dalam hal ini orang dapat
dikatakan bermoral apabila dalam menjalankan kehidupan sesuai dengan aturan
yang berlaku. Moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan
peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral.
Dalam pandangan umum,
ada prinsip moral yang dianggap penting oleh
masyarakat. Misalnya, sifat suka memaafkan, kejujuran, cinta kasih,
penghargaan akan kehidupan, dan pengendalian diri. Prinsip yang kita pegang
tentu akan mempengaruhi tingkah laku kita, dan hubungan kita dengan orang lain.
Moral seseorang
merupakan pondasi utama kehidupannya. Moral akan membimbing tingkah laku
seseorang, memberi warna, dan akan ikut membentuk serta kebiasaan hidup
seseorang. Moral seseorang juga akan membentuk disiplin pribadi yang
bersangkutan. Moral yang kuat akan membentuk pribadi yang kuat, disiplin
pribadi yang kuat, dan memberi arah kehidupan pribadi yang jelas.
RUMUSAN
MASALAH
1. Apa
itu moral?
2. Apa
saja sikap-sikap untuk membangun moral yang kuat?
3. Dari
mana seseorang dapat menemukan pendidikan moral?
TUJUAN
1. Untuk
bertindak sesuai dengan apa yang di yakini, sebagai yang benar
2. Untuk
mengetahui apa saja sikap-sikap moral yang baik untuk pribadi yang kuat
PEMBAHASAN
A. ARTI
MORAL
Moral (moralitas)
adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan
yang memiliki nilai positif. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di
sekolah-sekolah dan manusia harus memiliki motral jika ia ingin di hormati oleh
sesamanya. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam
berinteraksi dengan manusia, apabila yang dilakukan seseorang yang dilakukan
seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku dimasyarakat tersebut dan
dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakat, maka orang itu dinilai
memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.
Moral adalah satu set
tata-nilai yang diyakini dan dianut seseorang atau sekelompok orang untuk
menuntun segala tingkah laku dalam kehidupannya. Moral seseorang akan mewarnai
seluruh tingkah laku dan penampilan individu maupun masyarakat. Akan mudah terbaca
seseorang yang baik atau tidak dari tingkah laku dan penampilanya. Moral akan
menunjukan mana yang baik/mulia dan mana yang buruk/hina. Nilai-nilai yang ada
pada manusia disusun menurut urutan tertentu berdasarkan kualitas kebaikan dan
keburukannya, sesuai dengan hati nuraninya.
B. SIKAP-SIKAP
UNTUK MEMBANGUN KEKUATAN MORAL
1. KEJUJURAN
Dasar setiap usaha
untuk menjadi orang yang kuat secara moral adalah kejujuran. Tanpa kejujuran
kita sebagai manusia tidak bisa maju selangkah pun karena kita belum berani
menjadi diri kita sendiri.
Tanpa kejujuran
keutamaan-keutamaan moral lainnya juga akan kehilangan. Bersikap baik terhadap
orang lain tanpa kejujuran adalah kemunafikan. Begitu juga sikap-sikap terpuji
menjadi sarana kelicikan dan penipuan apabila tidak berakar dalam kejujuran yang
bening.
2.
NILAI-NILAI OTENTIK
Otentik berarti asli, manusia
otentik adalah manusia yang menghayati dan menunjukkan diri sesuai dengan
keasliannya, dengan kepribadian yang sebenarnya. Sedangkan manusia yang tidak
otentik adalah orang yang seakan-akan tidak mempunyai kepribadian sendiri
melainkan terbentuk oleh peranan yang di timpakan kepadanya oleh masyarakat.
Untuk menguji keotentikan cita-cita
perlu percobaan-percobaan, contohnya ia memasuki lingkungan yang lain dengan
nilai-nilai yang lain yang tanggung jawab dan inisiatifnya di tantang dan di
beri kesempatan untuk menunjukkan inisaitifnya dengan tidak terlalu diatur dsb.
Tentu nilai-nilai dapat berkembang.
Orang harus mengerti apa yang sebenarnya di nilainya tinggi dan apa yang
sebenarnya tidak disukainya. Ia harus berani untuk menunjukkan diri secara
otentik terhadap lingkungannya. Jadi ia tidak lagi menunjukkan diri sebagaimana
ia mengira bahwa lingkungan mengharapkan ia menunjukkan diri, melainkan sesuai
dengan kediriannya yang sesungguhnya. Jadi ia berani muncul di panggung
masyarakat, ia sendiri, dan bukan jiplakan harapan masyarakat yang sering
sekali juga bukan harapan masyarakat, melainkan apa yang dibayangkannya bahwa
di harapkan masyarakat dari padanya.
3.
KESEDIAAN UNTUK BERTANGGUNG JAWAB
Berarti kesediaan untuk melakukan
apa yang harus dilakukan dengan sebaik mungkin. Bertanggung jawab berarti suatu
sikap terhadap tugas yang membebani kita. Karena kita terlibat pada
pelaksanaanya, perasaan-perasaan seperti malas, takut tidak mempunyai tempat
untuk berpijak. Kita akan melaksanakaan dengan sebaik mungkin, meskipun di
tuntut pengorbanan, kurang menguntungkan atau di tentang orang lain. Tugas
bukan hanya sekedar masalah tetapi tugas dapat kita rasakan sebagai sesuatu
yang mulia yang harus kita pelihara, kita selesaikan dengan baik.
Kesediaan untuk bertanggung jawab
demikian adalah tanda kekuatan bathin yang sudah mantap.
4.
KEMANDIRIAN DAN KEBERANIAN MORAL
Kemandirian moral berarti bahwa kita
tak pernah ikut-ikutan saja dengan berbagai pandangan moral dalam lingkungan
kita, melainkan selalu membentuk penilaian dan pendirian sendiri dan bertindak
sesuai dengannya.
Sikap mandiri pada hakekatnya
merupakan kemampuan untuk selalu membentuk penilaian terhadap suatu masalah
moral. Kemandirian merupakan keutamaan intelektual dan koqnitif. Sebagai
ketekatan dalam bertindak sikap mandiri di sebut keberanian moral.
Keberanian moral menunjukkan diri
dalam tekat untuk tetap mempertahankan sikap yang telah diyakini sebagai
kewajiban, walaupun tidak disetujui atau secara aktif dilawan oleh lingkungan.
Orang yang berani secara moral akan
membuat pengalaman yang menarik. Setiap kali ia berani mempertahankan sikap
yang diyakini, ia merasa lebih kuat dan berani dalam hatinya, dalam arti bahwa
ia semakin dapat mengatasi perasaan takut dan malu yang sering mencekam dia. Ia
merasa lebih mandiri. Ia memberikan semangat dan kekuatan berpijak bagi mereka
yang lemah, yang menderita akibat kezaliman pihak-pihak yang kuat dan berkuasa.
5.
KERENDAHAN HATI
Kerendahan hati tidak berarti bahwa
kita merendahkan diri, melainkan bahwa kita melihat diri seadanya. Kerendahan
hati adalah kekuatan bathin untuk melihat diri sesuai dengan kenyataannya. Ia
tidak mengambil posisi berlebihan yang sulit dipertahankan kalau ditekan. Ia
tidak takut bahwa kelemahannya ketahuan. Ia sendiri sudah mengetahuinya dan
tidak meyembunyikannya.
Tanpa kerendahan hati keberanian
moral mudah menjadi kesombongan atau kedok untuk menyembunyikan. Orang yang
rendah hati sering menujukkan daya tahan yang paling besar apabila betul-betul
harus diberikan perlawanan. Orang yang rendah hati tidak merasa diri penting
dan karena itu berani untuk mempertaruhkan diri apabila ia sudah meyakini
sikapnya sebagai tanggung jawabnya.
6.
REALISTIK DAN KRITIS
Tanggung jawab moral menuntut sikap
yang realistik. Apa yang menjadi kebutuhan orang dan masyarakat yang real hanya
dapat di ketahui dari realitas itu sendiri.
Sikap realistik mesti berbarengan
dengan sikap kritis. Tanggung jawab moral menuntut agar kita terus menerus
memperbaiki apa yang ada supaya lebih adil, sesuai dengan martabat manusia, dan
supaya orang-orang dapat lebih bahagia. Prinsip-prinsip moral dasar ialah norma
kritis yang kita letakkan pada keadaan.
Sikap kritis perlu juga terhadap
segala macam kekuatan, kekuasaan dan wewenang dalam masyarakat. Kita tidak
tunduk begitu saja, kita tidak dapat dan tidak boleh menyerahkan tanggung jawab
kita kepada mereka. Begitu pula segala macam peraturan moral tradisional perlu
disaring dengan kritis. Peraturan-peraturan itu pernah bertujuan untuk menjamin
keadilan dan mengarahkan hidup dalam masyarakat kepada kebahagiaan. Tetapi
apakah sekarang masih berfungsi demikian ataukah telah menjadi alat untuk
mempertahankan keadaan yang justru tidak adil dan malahan membawa penderitaan.
Tanggung jawab moral yang nyata
menuntut sikap realistik dan kritis, pedomannya ialah untuk menjamin keadilan
dan menciptakan suatu keadaan masyarakat yang membuka kemungkinan lebih besar
bagi anggota-anggota untuk membangun hidup yang lebih bebas dari penderitaan
dan lebih bahagia
DAFTAR
PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar