Senin, 07 April 2014

PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL DI PERGURUAN TINGGI


PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
            Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.
            Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
            kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian budaya lokal?
2. Apa hubungan antara budaya lokal dengan perguruan tinggi?

C. TUJUAN
1. Memahami benar-benar apa itu budaya lokal
2. Mengetahui hubungan antara budaya lokal dengan perguruan tinggi
3. Mengetahui pengaruh budaya lokal terhadap perguruan tinggi
4. Menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dalam kalangan perguruan tinggi





PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BUDAYA LOKAL
            Budaya lokal adalah suatu hidup masyarakat Indonesia yang berkembang dan di miliki bersama oleh sebuah kelompok yang ada di setiap daerah di indonesia dan di wariskan dari generasi ke generasi secara turun menurun.
            Terbentuknya budaya dari beberapa unsur. Elemen, dan waktu  yang sangat panjang dan rumit penggabungan dari system agama dan politik, adat istiadat, bahasa, pakaian, bangunan rumah, karya seni, dan karakter ristik daerah nya. Budaya juga termasuk hal yang tidak bisa di pisahkan dari diri manusia dari lahir sampai tua sehingga masyrakat menganggap budaya di wariskan sejak manusia lahir di muka bumi.

B. HUBUNGAN ANTARA BUDAYA LOKAL DENGAN PERGURUAN TINGGI
            Kebudayaan yang bangsa kita saat ini rasakan dapat berdampak negatif terhadap kebudayaan bangsa kita sendiri dan nilai kemanusiaan. Peralihan kebudayaan Timur menjadi kebarat-baratan seperti lazimnya seks bebas, pergaulan bebas, film porno, minum alkohol, diperbolehkannya hubungan sesama jenis, membuat kita bertanya, kemanakah nilai kemanusiaan dan agama yang selama ini menjadi ciri khas dari bangsa Timur? Budaya Barat tersebut dengan segera merusak citra bangsa dan cepat mempengaruhi anak-anak muda yang relatif rentan dengan dunia baru. Selain itu, efek negatif budaya barat menjadikan timbulnya krisis kemanusiaan. Krisis kemanusiaan ini dapat berakibat timbulnya pembunuhan, hamil di luar nikah, timbulnya penyakit menular seksual, dan meningkatkan angka kriminalitas.
            Oleh karena itu perlu adanya peran generasi muda dalam budaya lokal Indonesia sangat banyak, seperti  melestarikan budaya – budaya lokal yang ada di Indonesia dan memajukan daerah-daerah yang ada di Indonesia dengan budaya nya. Karena generasi muda lah yang paling berperan dalam menjaga dan membudidayakn budaya lokal Indonesia dari pengaruh budaya asing yang mulai masuk ke Indonesia.






KESIMPULAN

            Setiap perguruan tinggi seharusnya bertanggung jawab untuk mengembangkan kebudayaan lokal, agar kita dapat mempelajari tentang budaya kita sendiri jadi kita bisa mengetahui lebih banyak tentang budaya lokal Indonesia agar bisa menjaga dan melestarikan nya di dunia.
            Jika kita banyak tau tentang budaya kita sendiri kita dapat memperlihatkan dan memperkenalkan budaya lokal Indonesia ke Negara-negara lain. Karena generasi muda lah yang paling berperan dalam menjaga dan membudidayakn budaya lokal Indonesia dari pengaruh budaya asing yang mulai masuk ke Indonesia
           
DAFTAR PUSTAKA



\

KONTRIBUSI BUDAYA LOKAL PADA SENI BUDAYA INDONESIA


PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
            Hampir dipastikan sebagian besar orang mengartikan “kebudayaan” sebagian “kesenian”, meskipun sebenarnya kita semua memahami bahwa kwsenian hanyalah bagian dari kebudayaan. Hal ini tentulah karena kesenian memiliki bobot besar dalam kebudayaan, kesenian sarat dengan kadungan nilai-nilai budaya bahkan menjadi wujud dan ekspresi yang menonjol dari nilai-nilai budaya.
            Menurut Bapak Antropologi Indonesia, Koenjtaraningrat, kebudayaan atau budaya berasal dari bahasa sansekerta buddayah yaitu bentuk jamak dari buddhi yang artinya budi atau akal. Oleh karena itu, kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam karya kehidupan manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Pengertian tersebut merujuk pada gagasan J.J Honingmann tentang wujud kebudayaan ke dalam tiga wujud, yaitu kebudayaan dalam wujud ide, pola tindakan dan artefak atau benda-benda.
            Harus diakui juga bahwa ancaman globalisasi tak bisa dihindari. Ketahanan budaya ini tentu harus selalu kita artikan dinamis, dimana unsur-unsur kebudayaan dari luar ikut memperkokoh unsur-unsur kebudayaan lokal. Untuk itu pada dasarnya kita berbicara pula mengenai pelestarianya dan pengembanganya secara dinamis dengan upaya-upaya yang lebih khusus.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana hubungan antara budaya dengan kesenian?
2. Apa upaya yang dilakukan untuk melestarikan budaya?
3. Bagaimana pengaruh positif budaya asing terhadap budaya lokal?
4. Bagaimana pengaruh negatif budaya asing terhadap budaya lokal?

C.TUJUAN
1. Mampu meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas, agar ikut berkontribusi dalam pelestarian budaya dan kesenian
2. Dapat lebih menyadari pentingnya menjaga kebudayaan bangsa karena kebudayaan sangat berperan penting dalam kemajuan bangsa

PEMBAHASAN

A. HUBUNGAN ANTARA BUDAYA DAN KESENIAN
            Menurut Kuncoroningrat, kesenian adalah salah satu dari 7 unsur kebudayaan, semua bangsa yang berbudaya pastinya memiliki kesenian. Kesenian tidak yang hanya berhubungan dengan lukisan, tari, nyanyi namun segala unsur yang bersangkut dengan estetika, nilai dan rasa keindahan jadi, sudah pasti bangsa yang berbudaya adalah bangsa yang memiliki kesenian di dalamnya.
            Berdasarkan wujud kebudayaan, kebudayaan terbagi atas komponen peralatan dan perlengkapan hidup, sistem mata pencaharian hidup, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, bahasa, kesenian, sistem kepercayaan, sistem ilmu pengetahuan. Melihat komponen-komponen tersebut dapat disimpulkan bahwa kesenian merupakan hasil dari kebudayaan yang mana kesenian merupakan komponen utama kebudayaan.

B. UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA
            Kontribusi adalah segala bentuk tindakan dan pemikiran yang bertujuan untuk mewujudkan sebuah cita-cita bersama.Untuk mencegah pengaruh yang buruk, dan upaya melestarikan dan mempersatukan budaya perlu adanya kontribusi dari semua pihak.
            Kontribusi pemerintah dan masyarakat merupakan wujud dari sebuah pengabdian dalam mewujudkan tujuan cita-cita bangsa dalam membesarkan negara, salah satunya yaitu melestarikan budaya. Langkah-langkahnya yaitu mempublikasikan kebudayaan kepada dunia, memberikan perhatian yang penuh terhadap kebudayaan, memberi kesempatan setiap daerah dalam melestarikan budaya, menjaga kebudayaan dengan menciptakan stabilitas negara yang aman dan kondusif, menciptakan perekonomian yang stabil sehingga parawisata yang behubungan dengan pelestarian budaya ikut berkembang dengan baik.

C.PENGARUH POSITIF BUDAYA ASING DALAM BUDAYA LOKAL
            Dengan perubahan budaya lokal kita yang disebabkan pengaruh budaya asing kita dapat mengambil sisi positif yang bermanfaat, contohnya seni di negara Indonesia ini dapat bertambah, sebagai contoh seperti model pakaian, ilmu pengetahuan dan teknologinya sehingga dapat membantu kita dalam mengembangkan dan melestarikan budaya kita yang sudah tertinggal ini. Karena dengan melihat ke budaya luar, kita dapat mencari inspirasi untuk mengembangkan budaya lokal kita agar lebih bervariasi lagi.



D. PENGARUH NEGATIF BUDAYA ASING DALAM BUDAYA LOKAL
            Perkembangan pesat era globalisasi saat ini, semakin menekan proses akulturasi budaya, terutama pengaruh budaya barat. Tidak semua budaya barat pantas dan layak di terapkan di Indonesia, contohnya gaya hidup mewah dan gaya berpakaian.
Orang-orang di negara barat telah terbiasa dengan gaya hidup mewah. Mereka sering menghabiskan uang bahkan untuk hal yang tidak penting sekaligus. Misalnya mengoleksi barang-barang mewah yang dilakukan artis hollywood, traveling, dan membeli barang-barang bermerek. Serta yang lebih memprihatinkan lagi adalah cara berpakaian, cara berpakaian orang barat dengan orang timur sangat berbeda. Kini dampaknya banyak remaja di Indonesia bergaya dan berpakaian seperti orang barat.

















KESIMPULAN

kesenian adalah salah satu dari 7 unsur kebudayaan, semua bangsa yang berbudaya pastinya memiliki kesenian. Kesenian tidak yang hanya berhubungan dengan lukisan, tari, nyanyi namun segala unsur yang bersangkut dengan estetika, nilai dan rasa keindahan jadi, sudah pasti bangsa yang berbudaya adalah bangsa yang memiliki kesenian di dalamnya. Kesenian merupakan hasil dari kebudayaan yang mana kesenian merupakan komponen utama kebudayaan.
Untuk mencegah pengaruh yang buruk, dan upaya melestarikan dan mempersatukan budaya perlu adanya kontribusi dari semua pihak. Langkah-langkahnya yaitu mempublikasikan kebudayaan kepada dunia, memberikan perhatian yang penuh terhadap kebudayaan, memberi kesempatan setiap daerah dalam melestarikan budaya, menjaga kebudayaan dengan menciptakan stabilitas negara yang aman dan kondusif, menciptakan perekonomian yang stabil sehingga parawisata yang behubungan dengan pelestarian budaya ikut berkembang dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA


PERAN AGAMA DALAM BUDAYA LOKAL


PENDAHULUAN


A. LATAR BELAKANG
            Seiring dengan kemajuan tekhnologi hubungan kebudayaan sangatlah tinggi, namun selain kemajuan tekhnologi dan informasi perkembangan kebudayaan juga di pengaruhi oleh adanya peran suatu agama. Peran islam di Indonesia sangat berpengaruh dalam kebudayaan, islam di Indonesia di sebut suatu entitas karena memiliki karakter yang khas yg membedakan islam di daerah lain, karena perbedaan sejarah dan perbedaan latar belakang letak geografis dan latar belakang budaya yang di pijaknya. Selain itu islam yang datang ke Indonesia juga memiliki stategi dan kesiapan tersendiri.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara islam masuk ke Indonesia
2. Bagaimana hubungan agama islam dengan budaya lokal?
3. Apa fungsi agama terhadap perkembangan dan perubahan budaya?
4. Apa peran agama dalam menghadapi perubahan nilai?

C. TUJUAN
1. Menentukan perubahan dan perkembangan masyarakat
2. Memberi kekuatan dan pengarahan dalam memecahkan segala problem sosial, mengatasi rasa frustasi sosial,penindasan dan kemiskinan
3.memberi kontribuksi untuk mewujudkan dan mengkekalkan suatu tatanan kemasyarakatan







PEMBAHASAN

A. CARA ISLAM MASUK KE INDONESIA
            Pada awalnya Islam masuk ke Indonesia dengan penuh kedamaian dan di terima dengan terbuka. Para wali menyebarkan dan memperkenalkan Islam melalui pendekatan budaya. Dengan menggunakan alunan gamelan di depan masjid Demak, sunan Kalijaga mengajar masyarakat kalimah syahadat. Setelah membaca syahadat, para mualaf di persilahkan masuk ke halaman masjid dan menikmati indahnya alunan gamelan. Di Madura, pangeran Katandur memberi benih jagung dan mengajar masyarakat bertani sambil di latih membaca syahadat.
            Para wali di Jawa juga demikian berusaha memperkenalkan Islam melalui tradisi berbagai pertunjukan seni. Wayang yang merupakan bagian ritual dan seremonial agama Hindu bisa di ubah menjadi sarana dakwah dan pengenalan ajaran tauhid. Ini merupakan sebuah kreativitas yang tiada tara, sehingga seluruh lapisan masyarakat mulai dari petani, pedagang, sampai bangsawan diIslamkan dengan cara ini. Mereka merasa aman dengan agama Islam, karena islam hadir tanpa mengancam tradisi budaya, dan posisi mereka.

B. HUBUNGAN AGAMA ISLAM DENGAN BUDAYA LOKAL
              Para ulama di Indonesia rata-rata bersikap akomodatif. Mereka tidak serta merta membabat habis tradisi. Banyak tradisi yang produktif dan dapat digunakan untuk menegakan syiar Islam. Lihat saja tradisi berlebaran di Indonesia. Tradisi berlebaran adalah saat yang di tunggu-tunggu. Lebaran adalah sebuah momentum yang mulia dan mengharukan untuk sebuah kegiatan yang bernama sillaturahmi.
            Dalam benak sebagian besar orang, agama itu  adalah produk langit, dan budaya adalah produk bumi. Agama dengan tegas mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan manusia. Sedangkan budaya dengan bebas memberi ruang gerak longgar untuk senantiasa mengembangkan cipta, rasa, karsa, dan karyanya. Tetapi dengan demikian agama dan budaya secara umum dapat di pahami memiliki fungsi yang serupa, yaitu untuk memanusiakan manusia dan membangun masyarakat yang beradap dan berkeprimanusiaan.

C. FUNGSI AGAMA TERHADAP PERKEMBANGAN DAN PERUBAHAN BUDAYA
            Dalam konteks sosial, hubungan fungsional antara agama dan masyarakat turut menentukan perubahan dan perkembangan masyarakat.
            Dalam hubungan ini, agama dapat dikatakan mampu menjadi pencegah terjadinya disintegrasi dalam masyarakat, dan diharapkan membangun spiritual yang memberi kekuatan dan pengarahan dalam memecahkan segala problem sosial, mengatasi rasa frustasi sosial,penindasan dan kemiskinan dalam masyarakat. Sosiolog peter L Berger (1991) mengemukakan hal yang sama, bahwa agama merupakan sistem simbolik yang memberikan makna dalam kehidupan manusia yang bisa memberikan penjelasan secara meyakinkan, serta paling komprehensif tetang realitas, tragedi sosial dan penderitaan atau rasa ketidakadilan.
            Dalam setiap agama, tentu diajarkan nilai-nilai yang melahirkan norma atau aturan tingkah laku para pemeluknya, walaupun pada dasarnya sumber agama itu adalah nilai-nilai transenden.  Disinilah agama dapat dijadikan sebagai instrumen integratif dalam masyarakat. Karena agama tidak berupa sistem kepercayaan belaka, melainkan juga mewujud sebagai perilaku individu dalam sistem sosial. Intelektual seperti soedjatmoko (1984) juga mengakui agama menjadi penggerak dan pemersatu masyarakat secara efektif.

D. PERAN AGAMA DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN NILAI
            Perubahan masyarakat akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi membawa dampak yang besar pada budaya, nilai, dan agama. Nilai-nilai yang sementara ini dipegang kuat oleh masyarakat kini mulai bergeser dan di tinggalkan. Sementara nilai-nilai yang menggantikanya tidak selalu sejalan dengan landasan kepercayaan dan keyakinan masyarakat. Sehinnga peyimpangan nilai mulai kian subur dan berkembang.
            Dalam situasi ini, remaja yang sedang berada pada kondisi psikologis yang labil menjadi korban pertama, seperti berbagai kasus hedonisme, konsumerisme, hingga peningkatan kenakalan remaja dan narkotika.
            Hal ini menunjukan, bahwa remaja, khususnya pelajar dan mahasiswa sedang mengalami proses kegalauan nilai yang parah  dimana pendidikan sebagai pembinaan nilai dan moral dituntut untuk dapat menanggulangi dan mengantisipasinya sehingga masa depan bangsa dapat di selamatkan. Berbagai fenomena pelanggaran moral di kalangan pelajar dan mahasiswa membuat khawatir sebagian besar masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.
            Nilai, moral, dan norma merujuk kepada kesepakatan dari suatu masyarakat. Karena itu, nilai, moral, dan norma akan berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Agama di pandang sebagai sumber nilai karena agama berbicara baik, buruk, benar, dan salah. Islam memandang manusia sebagai subjek yang paling penting di muka bumi sebagaimana diungkapkan Alqur’an, bahwa Allah menundukan apa yang ada dilangit dan dibumi untuk manusia.
            Sejalan dengan perkembangan budaya dan pola berpikir masyarakat yang materialistis dan sekularis, maka nilai yang bersumberkan agama belum diupayakan secara optimal. Agama dipandang sebagai slah satu aspek kehidupan yang hanya berkaitan dengan aspek pribadi dan dalam bentuk ritual.
            Pelaksanaan ajaran agama dipandang cukup dengan melaksanakan ritual, sementara aspek ekonomi, sosial, dan budaya lainya terlepas dari nilai-nilai agama penganutnya atau dengan kata lain pelaksanaan ritual agama oleh seseorang terlepas dari perilaku sosialnya. Padahal, ibadah itu sendiri memiliki nilai sosial yang harus melekat pada orang yang melaksanakanya, misalnya orang salat di tandai dengan perilaku menjauhkan dosa dan kemunkaran, puasa mendorong orang untuk bersabar, tidak emosional, tekun, dan tahan uji.
            Aktualisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sekarang ini menjadi sangat penting terutama memberikan isi dan makna kepada nilai, moral, dan norma masyarakat. Aktualisasi ini dilakukan dengan mengartikulasikan nilai-nilai ibadah yang bersifat ritual menjadi aktivitas dan perilaku moral masyarakat sebagai bentuk dari kesalehan sosial.



















KESIMPULAN

            Islam masuk ke Indonesia dengan penuh kedamaian dan diterima dengan tangan terbuka, tanpa prasangka sedikitpun. Bersama agama Hindu dan Budha, Islam memperkenalkan civic culture atau budaya bernegara kepada masyarakat di negri ini. Para wali menyebarkan dan memperkenalkan Islam melalui pendekatan budaya.
            Agama maupun budaya difahami  (secara umum) memiliki fungsi yang serupa, yakni untuk memanusiakan manusia dan membangun masyarakat yang beradab dan berperikemanusiaan.
            Yang harus dilakukan umat Islam Indonesia supaya menjadi Islam yang kontributif, dan menjadi penyumbang terbesar dalam mewujudkan Islam  keindonesiaan adalah dengan terus memperbaiki diri.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU: AGAMA DAN PLURALITAS BUDAYA LOKAL