Menurut para ahli:
- Stoner, mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
- James D. Mooney, mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
- Chester I. Bernard, berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih].
- Stephen P. Robbins, menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
- Schein, organisasi merupakan suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab
- Kochler, organisasi merupakan sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.
- W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, organisasi merupakan susunan dan aturan dari berbagai bagian sehingga menjadi kesatuan yang teratur.
- M. dahlan Al Barry , Kamus Modern Bahasa Indonesia, organisasi merupakan penyusunan dan pengaturan bagian-bagian hingga menjadi suatu kesatuan, sususan dan aturan dari berbagai bagian sehingga merupakan kesatuan yang teratur dan gabungan kerja sama (untuk mencapai tujuan tertentu).
Contoh dari suatu organisasi yaitu
organisasi kemahasiswaan, sebagai contohnya untuk sekolah menengah ditujukan
pada OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan untuk perguruan tinggi ditujukan
pada BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Organisasi-organisasi merupakan salah
satu dari bentuk organisasi garis karena mempunyai cakupan yang tidak luas
hanya berada di lingkungannya saja dan bergelut di wilayahnya saja namun BEM
dapat dikatakan sebagai bentuk organisasi garis dan staff karena BEM biasanya
terdiri atas beberapa anggota yang berasal dari berbagai fakultas, wilayah
kampus yang berbeda dan jurusan yang berbeda pula sehingga memiliki jangkauan
yang luas
Organisasi
juga dapat diartikan dua macam yaitu :
1. Dalam
arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan
kerjasama dijalankan.
2. Dalam arti dinamis,yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.
Unsur-unsur
- Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
- Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
- Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
Di
dalam organisasi, ada yang dinamakan struktur organisasi.Struktur organisasi
adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi.Struktur
organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana
fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan
(koordinasi).Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan
spesialisasi tugas, saluran perintah dan penyampaian laporan.
Terdapat
empat karakteristik utama dari sebuah organisasi, yaitu : tujuan, kumpulan
orang, struktur, sistem dan prosedur.
Tujuan
Setiap organisasi harus memiliki
tujuan.Tujuan dicerminkan oleh sasaran-sasaran yang dilakukan baik untuk jangka
pendek maupun jangka panjang. Tiga bidang utama dalam tujuan organisasi yaitu profitability
(keuntungan), growth (pertumbuhan), dan survive (bertahan hidup).
Ketiganya harus berjalan berkesinambungan demi kemajuan organisasi.
Kumpulan Orang
Jelas, tidak mungkin jika organisasi
hanya terdiri dari satu orang yang ingin mencapai tujuannya sendiri.Dari
definisi dijelaskan bahwa organisasi setidaknya terdiri dari kumpulan orang,
berarti minimal dua, yang memiliki tujuan bersama.
Struktur
Struktur dibentuk dalam sebuah
organisasi dengan tujuan agar posisi setiap anggota organisasi dapat dipertanggungjawabkan,
mengenai hak maupun kewajibannya.Struktur dibentuk agar organisasi berjalan
rapi, karena terdapat struktur komando, siapa yang berwenang dan siapa yang
diberi wewenang.
Sistem dan Prosedur
Karakteristik yang terakhir ini
menggambarkan bahwa sebuah organisasi diatur berdasarkan aturan-aturan yang
ditetapkan bersama dan tentu saja harus dengan penuh komitmen dalam
menjalankannya. Implementasi dari sistem dan prosedur ini ialah adanya
ketetapan mengenai tata cara, sistem rekrut, dan birokrasi.
Faktor
lingkungan sangat berpengaruh terhadap eksistansi suatu organisasi.Organisasi
cenderung memainkan peran menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, entah itu
demografi, ekonomi, politik, budaya, juga alam sekitar.Jadi, kemajuan
organisasi harus selaras dengan perubahan lingkungan.
Pada Pengertian Organisasi, dapat dibagikan ke dalam
empat jenis berdasarkan bentuknya yaitu sebagai berikut :
1. Organisasi garis
Bentuk organisasi paling sederhana, tertua dan masih
kecil. Dimana jumlah karyawan/anggotanya masih sedikit sehingga
spesialisasi kerjanya belum tinggi dan dapat mengenal satu sama lain dengan
baik.
2. Organisasi garis dan
staff
Bentuk organisasi yang digunakan oleh setiap
organisasi besar, bidang pekerjaan bermacam-macam, memiliki cakupan kerja yang
luas dan rumit serta karyawan/anggota pada bentuk organsasi ini sudah banyak.
3. Organisasi fungsional
Organisasi yang terbentuk sesuai dengan dasar fungsi-fungsi
yang dijalankan dan organisasi ini di tetapkan pada perusahaan yang dimana
pembagian tugas dalam kerjanya dapat dibedakan secara jelas.
4. Organisasi panitia
Organisasi yang terbentuk hanya dalam sewaktu
saja,setelah tugas usai dikerjakan maka organisasi tersebut telah menyelesaikan
tugasnya.
Pada Pengertian
Organisasi, dapat diklasifikasikan ke dalam dua jenis berdasarkan banyaknya
pemimpin yaitu antara lain :
1. Organisasi proyek
Organisasi yang membentuk kelompok-kelompok spesialisasi
dalam mewujudkan tujuan yang khusus, dimana manajer proyek memiliki kewenangan
untuk memimpin para anggota kelompok selama periode waktu proyek. Apabila telah
selesai maka organisasi tersebut akan dibubarkan.
2. Organisasi matrik
Organisasi yang seraya membentuk seperti organisasi
proyek tetapi yang menjadi perbedaan adalah dimana anggota atau karyawan dalam
organisasi matrik ini memiliki dua pemimpin dengan kewenangan yang berbeda.
Secara umum, beberapa
jenis organisasi yaitu diantaranya :
1. Organisasi politik
2. Organisasi kemahasiswaan
3. Organisasi kenegaraan
4. Organisasi sosial
Struktur organisasi merupakan rangkaian komponen-komponen
yang tersusun dalam organisasi. Struktur organisasi memaparkan tentang adanya
pembagian kerja dan bagaimana kegiatan-kegiatan yang berbeda dapat
terkoordinasikan dengan baik. Selain itu, struktur organisasi menunjukkan
adanya spesialisasi pekerjaan, penyampaian laporan dan saluran perintah
Unsur-unsur dalam
struktur organisasi :
1. Spesialisasi
Spesialisasi dalam struktur organisasi ini mencakup
tentang spesaialisasi, baik tugas individu maupun tugas kelompok dalam suatu
organisasi dan mengelompokkan tugas-tugas tersebut ke dalam komponen-komponen
organisasi (unit kerja).
2. Standarisasi
Standarisasi dalam
struktur organisasi ini mencakup tentang standarisasi tata kerja, sistem kerja
dan prosedur kerja dalam organisasi. Banyak sistem dan prosedur kerja yang
termasuk bagan organisasi dan struktur organisasi, dimana dikembangkan melalui
peraturan-peraturan tentang kegiatan dan hubungan kerja yang digunakan dalam
organisasi.
3. Koordinasi
Koordinasi dalam
struktur organisasi ini mencakup tentang ketergantungan, penyelarasan
fungsi-fungsi, pengintegrasian dan komponen-komponen dalam organisasi yang
berkaitan.
4. Sentralisasi dan
desentralisasi.
Sentralisasi dan
desentralisasi dalam kegiatan ini mencakup tentang pengambilan keputusan. Dalam
struktur organisasi desentralisasi, pengambilan keputusan didelegasikan kepada
individu-individu pada tingkat-tingkat manajemen bawah dan menengah. Sedangkan
dalam struktur organisasi yang sentralisasi, pengambilan keputusan dilakukan
oleh para pimpinan puncak.
Jenis dan proses
komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses atau kegiatan
penyampaian pesan dari seseorang kepada orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.
Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia.
Kehidupan manusia akan tampak hampa apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa
komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok, ataupun
organisasi tidak mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi
apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi dilakukan
manusia baik secara perorangan, kelompok, atau organisasi.
Sebagai makhluk
sosial, kita tidak bisa menghindar dari tindakan komunikasi menyampaikan dan
menerima pesan dari dan ke orang lain. Tindakan komunikasi ini terus menerus
terjadi selama proses kehidupannya. Prosesnya berlangsung dalam berbagai
konteks baik fisik, psikologis, maupun sosial, karena proses komunikasi tidak
terjadi pada sebuah ruang kosong. Pelaku proses komunikasi adalah manusia yang
selalu bergerak dinamis. Komunikasi menjadi penting karena fungsi yang bisa
dirasakan oleh pelaku komunikasi tersebut. Melalui komunikasi seseorang
menyampaikan apa yang ada dalam benak pikirannya dan perasaan hati nuraninya
kepada orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Melalui
komunikasi seseorang dapat membuat dirinya tidak merasa terasing atau
terisolasi dari lingkungan di sekitarnya.
Jenis Komunikasi
Untuk mengetahui komunikasi antara
pimpinan perusahaan dengan karyawan komunikasi dibedakan menjadi tiga menurut
jenisnya: (Soejono Trimo, Analisis Kepemimpinan Angkasa Bandung. 1986)
a. Downward Communication
Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
a. Downward Communication
Koordinasi melalui rencana yang telah dibuat (by plan) yang dapat dikatakan koordinasi itu mencapai bentuk komunikasi yang akhirnya berjalan kebawah. Komunikasi ini bersifat satu arah dari pemimpin kepada bawahanya. Informasi yang disampaikan meliputi antara lain, kebijaksanaan pemimpin, peraturan, ketentuan yang harus diikuti oleh pekerja. jadwal kegiatan atau program dan alokasi sumber-sumber.
Makin jelas atau pasti suatu
kegiatan atau pekerjaan makin kurang bimbingan atau pemrosesaninformasi
yang diperlukan, sehingga pemimpin cukup mengkoordinasikan pekerjaan
bawahan melalui rencanakerja yang telah disiapkan.
b.
Upward Communication
Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
Koordinasi melalui umpan balik (feed back), berarti komunikasi teratur keatas, dari bawahan kepimpinan terutama dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknis, pemimpin atau manajer sangat memerlukan input informasi yang berupa laporan, saran dari bawahan untuk dapat mengkoordinasikan seluruh kegiatan itu.
c.
Komunikasi Horizontal atau Diagonal
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi.
Koordinasi melalui interaksi lateral sebenarnya merupakan satu alur komunikasi atau informasi yang sifatnya horizontal atau diagonal antar departemen/unit-unit dalam organisasi.
Informasi
dipakai pemimpin bilamana karakteristik tugas atau pekerjaan itu
mengandung derajat ketidak pastian yang tinggi.
Dalam kondisi
tugas atau pekerjaan semacam ini pemimpin atau bawahan amat membutuhkan
pemrosesan informasi yang tinggi berkaitan enggan tugas atau pekerjaan yang
dilaksanakan, masukan-masukan tidak hanya dari kelompok atau unit kerjanya
sendiri, akan tetapi memerlukan pula informasi dari unit-unit kerja lain dalam
organisasi itu.
Proses Komunikasi
Proses
komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya,
sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan
komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi
yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi
termasuk juga suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain
dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi dan masyarakat
menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan
orang lain. Komunikasi berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama.
Communico, communicatio atau communicare yang berarti membuat sama. Secara
sederhana komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian
pesan dan orang yang menerima pesan.
Pada umumnya
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua
belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh
keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik
badan, dan menunjukkan sikap tertentu seperti tersenyum, mengangkat bahu dan
sebagainya. Komunikasi ini disebut komunikasi nonverbal. Proses komunikasi
bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif (sesuai dengan tujuan
komunikasi pada umumnya). Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi
antar manusia dan ada penyampaian pesan untuk mewujudkan motif komunikasi.
Melalui komunikasi sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat
dipahami oleh pihak lain.
a. komunikator
Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam sebuah proses komunikasi.Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan.Seorang komunikator tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan kepada penerima, namun juga memberikan respons dan tanggapan, serta menjawab pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh penerima, dan publik yang terkena dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Komunikator adalah pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam sebuah proses komunikasi.Dengan kata lain, komunikator merupakan seseorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan.Seorang komunikator tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan kepada penerima, namun juga memberikan respons dan tanggapan, serta menjawab pertanyaan dan masukan yang disampaikan oleh penerima, dan publik yang terkena dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Pesan
Setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain.Pesan menjadi inti dari setiap proses komunikasi yang terjalin pesan terbagi menjadi dua, yakni pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa yang didengarnya.Sedangkan, pesan non-verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya tidak menggunakan kata-kata secara langsung, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan gerak-gerik, tingkah laku, mimik wajah, atau ekspresi muka pengirim pesan.Pada pesan non-verbal mengandalkan indera penglihatan sebagai penangkap stimuli yang timbul.
Setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain.Pesan menjadi inti dari setiap proses komunikasi yang terjalin pesan terbagi menjadi dua, yakni pesan verbal dan non-verbal. Pesan verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya menggunakan kata-kata, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan apa yang didengarnya.Sedangkan, pesan non-verbal adalah jenis pesan yang penyampaiannya tidak menggunakan kata-kata secara langsung, dan dapat dipahami isinya oleh penerima berdasarkan gerak-gerik, tingkah laku, mimik wajah, atau ekspresi muka pengirim pesan.Pada pesan non-verbal mengandalkan indera penglihatan sebagai penangkap stimuli yang timbul.
c. Penerima
Pihak yang memperoleh pesan atau stimulus yang dikirmkan oleh sumber. Stimulus yang diterima tersebut dapat terdiri dari beraneka ragam bentuk, seperti kata-kata, tulisan, gerak-gerik, mimik muka, ekspresi wajah, sentuhan, aroma, serta perbuatan atau tingkah laku lawan bicara.Selanjutnya, peran penerima adalah mencerna dan menanggapi stimulus tersebut dengan mendengar, melihat, membau, atau merasakan.Secara garis besar, penerima dapat terbagi menjadi penerima aktif dan penerima pasif.Penerima pasif adalah orang yang hanya menerima stimulus yang datang kepadanya, tanpa memberikan tanggapan serta umpan balik (feedback).Sedangkan, penerima aktif adalah orang yang tidak saja menerima stimulus yang datang kepadanya, tetapi juga memberikan tanggapan atau feedback secara aktif (berkelanjutan) kepada pengirim.
Pihak yang memperoleh pesan atau stimulus yang dikirmkan oleh sumber. Stimulus yang diterima tersebut dapat terdiri dari beraneka ragam bentuk, seperti kata-kata, tulisan, gerak-gerik, mimik muka, ekspresi wajah, sentuhan, aroma, serta perbuatan atau tingkah laku lawan bicara.Selanjutnya, peran penerima adalah mencerna dan menanggapi stimulus tersebut dengan mendengar, melihat, membau, atau merasakan.Secara garis besar, penerima dapat terbagi menjadi penerima aktif dan penerima pasif.Penerima pasif adalah orang yang hanya menerima stimulus yang datang kepadanya, tanpa memberikan tanggapan serta umpan balik (feedback).Sedangkan, penerima aktif adalah orang yang tidak saja menerima stimulus yang datang kepadanya, tetapi juga memberikan tanggapan atau feedback secara aktif (berkelanjutan) kepada pengirim.
d. Feedback
Isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak.
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
Komunikasi verbal efektif :
Unsur-unsur dalam membangun komunikasi efektif :
Isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak.
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.
Komunikasi efektif
Pengertian
- Komunikasi Efektif adalah komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yang terlibat dalam komunikasi.
- Komunikasi Efektif adalah saling bertukar informasi, ide, kepercayaan, perasaan dan sikap antara dua orang atau kelompok yang hasilnya sesuai dengan harapan.
Tujuan dan bentuk komunikasi efektif
Tujuannya adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang diberikan.
Tujuannya adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang diberikan.
Bentuk komunikasi efektif :
Komunikasi verbal efektif :
- Berlangsung secara timbal balik.
- Makna pesan ringkas dan jelas.
- Bahasa mudah dipahami.
- Cara penyampaian mudah diterima.
- Disampaikan secara tulus.
- Mempunyai tujuan yang jelas.
- Memperlihatkan norma yang berlaku.
- Disertai dengan humor.
Komunikasi non verbal :
Yang perlu di perhatikan dalam komunikasi non verbal adalah :
Yang perlu di perhatikan dalam komunikasi non verbal adalah :
- Penampilan visik.
- Sikap tubuh dan cara berjalan.
- Ekspresi wajah.
- Sentuhan
Unsur-unsur dalam membangun komunikasi efektif :
- Berhadapan.
- Mempertahankan kontak mata.
- Membungkuk ke arah klien.
- Mempertahankan sikap terbuka.
- Tetap relax
Sumber:
http://erlysaf.blogspot.com/2012/10/apa-itu-organisasi.html
http://chalouiss.blogspot.com/2011/12/pengertian-tujuan-bentuk-dan-unsur.html
http://chalouiss.blogspot.com/2011/12/pengertian-tujuan-bentuk-dan-unsur.html