Sabtu, 17 Mei 2014

MEMBENTUK MANUSIA BUDAYA


 MEMBENTUK MANUSIA BUDAYA

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Berbicara tetang kebudayaan sangat erat kaitannya dengan pembentukan kepribadian seseorang. Budaya dan manusia bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat di pisahkan. Dimana budaya yang baik selalu mempengaruhi pribadi yang baik, kemudian pula sebaliknya budaya yang buruk selalu mempengaruhi pribadi yang buruk.
            Kebudayaan sangat erat hubunganya dengan masyarakat. Manusia sebagai makhluk individu mempunyai sifat-sifat individu khas yang berbeda dengan lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia normal memerlukan orang lain dan hidup bersama-sama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
            Kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya di tunjukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Lalu jika demikian apa hubungan antara budaya dengan manusia?, mengapa manusia harus dikaitkan dengan budaya?, jika manusia harus selalu dikaitkan dengan budaya maka bagaimana cara kita untuk membentuk manusia budaya?

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa hubungan antara manusia dengan budaya?
2. Mengapa manusia harus mempelajari budaya?
3. Bagaimana cara membentuk individu yang erat kaitannya dengan budaya?
C. TUJUAN
1. Mengetahui hubungan antara kebudayaan dan manusia
2. Memahami pengaruh budaya dengan kehidupan manusia


PEMBAHASAN

A. HUBUNGAN ANTARA  MANUSIA DAN BUDAYA
            Kebudayaan sangat erat kaitannya dengan Masyarakat. Melville  J.Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masayarakat itu sendiri. Kebudayaan bahkan bukan hanya merupakan kekuatan dari luar diri manusia tetapi bisa tertanam dalam kepribadian individu. Dengan demikian kebudayaan merupakan kekuatan pembentuk pola sikap dan perilaku manusia dari luar dan dari dalam. Unsur npaling sentral dalam suatu kebudayaan adalah nilai-nilai yang merupakan suatu konsepsi tentang apa yang benar atau salah (nilai moral), baik atau buruk (nilai etika), serta indah atau jelek (nilai estetika). Dari sistem inilah kemudian tumbuh norma yang merupakan patokan atau rambu-rambu yang mengatur perilaku manusia di dalam masyarakat.

B. MENGAPA MANUSIA HARUS MEMPELAJARI BUDAYA
Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun temurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan tersebut merupakan obyek yang dilaksanakan oleh manusia sehari-hari. Walaupun kebudayaan dan manusia berbeda tetapi merupakan satu kesatuan yang butuh, ketika manusia menciptakan kebudayaan, dan kebudayaan itu tercipta oleh manusia. Tanpa budaya manusia tidak memiliki identitas dirinya, tidak memiliki jati diri, lalu mengapa budaya membutuhkan manusia?
            Manusia adalah makhluk sosial, intinya manusia akan mensosialisasikan budayanya baik sengaja ataupun tidak, begitu juga dengan budaya yang dibawa oleh manusia. Budaya itu akan terus di sosialisasikan bahkan bukan hanya di dalam negri tapi di luar negri juga.

C. CARA MEMBENTUK INDIVIDU YANG ERAT KAITANNYA DENGAN BUDAYA
            Untuk membentuk manusia yang berkaitan dengan budaya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
1. Culture Experience 

Merupakan pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural. Contohnya, jika kebudayaan tersebut berbentuk tarian,  maka masyarakat dianjurkan untuk belajar dan berlatih dalam menguasai tarian tersebut. Dengan demikian budaya tersebut tidak akan hilang sampai ke turunan berikutnya, karna akan selalu diingat/di pelajari oleh tiap turunan.

2. Culture Knowledge
Merupakan pelstarian budaya yang dilakukan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat di fungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi keparawisataan daerah. Dengan demikian para generasi muda dapat mengetahui tentang kebudayaan sendiri.

KESIMPULAN
Intinya manusia membutuhkan budaya sebagai identitas dirinya dan budaya membutuhkan manusia agar budaya itu sendiri tidak hilang. Oleh karena itu kita sebagai manusia haruslah mengingat dan melestarikan setiap kebudayaan yang sudah ada sejak nenek moyang kita dilahirkan, dan kita turunkan kembali kepada keturunan-keturunan kita berikutnya. Dengan demikian, kebudayaan tidak akan mudah punah meskipun kita berada di dunia yang semakin modern karena faktor globalisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar